Sabtu, 5 September 2026

Gianni Infantino Hadapi Tekanan Berat, Wales Resmi Cabut Dukungan Pemilihan FIFA

Peluang Gianni Infantino untuk kembali memimpin federasi sepak bola dunia mendapatkan guncangan serius setelah Asosiasi Sepak Bola Wales resmi menarik dukungannya. Keputusan ini diambil menyusul polemik rencana komersialisasi hak siar Piala Dunia yang menuai kecaman luas dari berbagai pihak di Eropa.

Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW) secara resmi memutuskan untuk menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Langkah tegas ini menjadikan Wales sebagai anggota resmi FIFA pertama yang terang-terangan mencabut mandat kepemimpinan bagi pria asal Italia tersebut.

Badan sepak bola Wales mengirimkan surat resmi kepada pihak FIFA untuk mengonfirmasi pembatalan dukungan pencalonan periode 2027-2031. Kebijakan tersebut diambil akibat krisis tata kelola serta kegagalan kepemimpinan yang dinilai mencederai nilai-nilai fundamental sepak bola global.

"Kegagalan dalam tata kelola yang baik, proses kepemimpinan, dan manajemen pemangku kepentingan telah membuat Infantino kehilangan kepercayaan dari FAW," demikian kutipan pernyataan resmi dari pihak asosiasi.

Gelombang penolakan ini bermula dari rencana kontroversial Infantino untuk membentuk perusahaan swasta yang membuka investasi luar dalam mengelola turnamen utama FIFA. Rencana komersialisasi hak siar tersebut memicu ancaman boikot dari UEFA serta kritik keras dari berbagai tokoh politik Britania Raya.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Maret mendatang di tengah situasi politik organisasi yang semakin memanas dan tidak menentu.

Redaksi Rafael Ribeiro Football
Redaksi Rafael Ribeiro Football
Tim redaksi Rafael Ribeiro Football yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari liga-liga top dunia.
Redaksi Rafael Ribeiro Football adalah tim jurnalis sepak bola profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari liga-liga top dunia. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan pembaca dalam setiap pemberitaan.