Conor Benn Buka Suara Soal Gaji Fantastis, Tegaskan Warisan Keluarga Lebih Utama
Petinju profesional asal Inggris, Conor Benn, merespons pertanyaan ikonik mengenai sindrom "piyama sutra" menyusul kesuksesan finansial yang ia raih sepanjang tahun 2026. Istilah yang merujuk pada hilangnya motivasi bertanding akibat kekayaan instan tersebut dibantah tegas oleh petinju berusia 29 tahun itu jelang pertarungannya melawan Ryan Garcia.
Benn diketahui telah mengantongi total pendapatan sebesar 30 juta dolar AS dari dua laga fantastis di bawah naungan promotor Zuffa Boxing milik Dana White. Meski demikian, latar belakang keluarganya membuat gaya hidup mewah bukanlah hal baru yang mampu merusak fokus kariernya di atas ring tinju.
"Saya lahir di atas seprai sutra dengan kaviar untuk makan siang saat sekolah," ujar Benn dalam wawancara eksklusif bersama media olahraga internasional.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencapaian finansial bukanlah satu-satunya alasan dirinya tetap bertahan di dunia adu jotos yang keras. Baginya, batasan kepuasan pribadi akan tercapai ketika ia berhasil membuktikan potensi maksimal dan mengamankan status sebagai legenda tinju dunia.
Pertandingan akbar antara Conor Benn dan Ryan Garcia dijadwalkan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, dengan taruhan sabuk juara dunia WBC kelas welter.
Artikel Lainnya
Manajemen Oleksandr Usyk memberikan reaksi keras terhadap tantangan terbuka yang dilayangkan oleh petinju Inggris Tyson ...
Rencana pertarungan akbar antara petinju kelas berat Inggris Tyson Fury dan Anthony Joshua dipastikan batal setelah nego...
TSG Hoffenheim akan menjamu Borussia Dortmund di Stadion PreZero Arena, Sinsheim, dalam lanjutan Bundesliga akhir pekan ...
VfL Wolfsburg gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan SC Paderborn pada leg pertama play-off de...
Kapten timnas Inggris Harry Kane terus menunjukkan performa fenomenal bersama Bayern Munich musim ini. Tidak hanya rajin...