Minggu, 13 September 2026

Horst Steffen Buka Suara Usai Dipecat Werder Bremen, Butuh Waktu Cerna

Mantan pelatih Werder Bremen, Horst Steffen, akhirnya menceritakan proses dirinya menerima kenyataan pahit setelah dipecat pada Februari lalu. Juru taktik berusia 57 tahun itu mengaku sempat kesulitan mencerna keputusan manajemen klub setelah melalui rentetan hasil negatif di Bundesliga.

Horst Steffen harus mengakhiri masa baktinya di Werder Bremen lebih cepat setelah manajemen klub mengambil keputusan tegas pada 1 Februari 2026. Pemecatan tersebut datang menyusul hasil imbang melawan Borussia Monchengladbach yang memperpanjang catatan tanpa kemenangan klub hingga sepuluh pertandingan beruntun.

Masa kepelatihan Steffen di Weserstadion hanya bertahan selama 215 hari sebelum akhirnya digantikan oleh Daniel Thioune yang sukses menyelamatkan tim dari zona degradasi. Posisinya sebagai pelatih kepala harus lepas setelah rentetan hasil buruk menggerus kepercayaan para petinggi klub.

"Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa mencerna keputusan pemecatan tersebut," ujar Steffen dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media RTL dan Sky dengan nada terbuka.

Meski demikian, pelatih berpengalaman itu menyadari bahwa pemecatan merupakan risiko lazim dalam industri sepak bola profesional. Ia kini sudah mulai bangkit dan siap menatap tantangan baru untuk kembali meracik strategi di pinggir lapangan hijau.

Terkait masa depannya, Steffen mendambakan klub baru yang memiliki visi dan kultur kerja mirip dengan SV Elversberg. Ia menekankan pentingnya keselarasan nilai antara dirinya, para pemain, serta jajaran manajemen klub demi meraih kesuksesan jangka panjang.

Redaksi Rafael Ribeiro Football
Redaksi Rafael Ribeiro Football
Tim redaksi Rafael Ribeiro Football yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari liga-liga top dunia.
Redaksi Rafael Ribeiro Football adalah tim jurnalis sepak bola profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari liga-liga top dunia. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan pembaca dalam setiap pemberitaan.