Kylian Mbappe Buka Suara Soal Julukan Diktator, Sebut Lelucon Sudah Lewati Batas
Penyerang andalan Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, buka suara mengenai julukan "Mobutu" yang viral di media sosial. Julukan yang merujuk pada mantan penguasa diktator Kongo tersebut bahkan sempat diteriakkan oleh suporter lawan di dalam stadion untuk mengganggunya.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis L'Equipe, Mbappe mengaku merasa terganggu karena perbandingan tersebut menyangkut sejarah kelam tokoh yang menyengsarakan jutaan orang. Ia menilai sebagian pihak tidak menyadari dampak negatif dari lelucon yang dilontarkan.
"Sebagian orang mungkin menganggapnya hanya candaan ringan, tetapi ada sisi lain yang sama sekali tidak lucu karena menyangkut penderitaan banyak orang di masa lalu," ujar Mbappe dalam wawancara tersebut.
Mbappe turut menanggapi rekannya di timnas Prancis, Ousmane Dembele, yang sempat terekam kamera memanggilnya dengan julukan serupa di ruang ganti. Menurutnya, Dembele hanya mengambil istilah tersebut dari media sosial demi mencairkan suasana tanpa niat buruk.
Wawancara lengkap terkait fenomena meme dan pandangan pribadi sang pemain rencananya akan diterbitkan secara utuh dalam majalah edisi akhir pekan terbitan Prancis.
Artikel Lainnya
New York Giants melakukan penambahan pemain pada posisi penerima bola menjelang laga pembuka musim melawan Dallas Cowboy...
Hertha BSC melanjutkan tren positif mereka di awal musim Zweite Liga setelah menaklukkan tuan rumah VfL Osnabrück dengan...
Borussia Moenchengladbach resmi memecat pelatih mereka setelah menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim Bundesliga ...
Pertandingan Bundesliga putri antara 1. FC Union Berlin melawan Eintracht Frankfurt di Stadion an der Alten Försterei di...
Pemilik Olympique Marseille Frank McCourt memicu kontroversi publik setelah klub menggelontorkan dana jutaan euro untuk ...